|
|
| Kunjungan Panti Tuna Ganda |
|
S ETELAH sukses menggelar Back to School pada 9 Februari lalu, IKA SMAN 2 Bandarlampung (Smanda) 1993 kembali akan mengadakan kegiatan sosial. Kali ini dilakukan IKA Smanda 93 Wilayah Jabodetabek dengan bakti sosial (baksos) ke Wisma Tuna Ganda di Jl. Raya Bogor Km 28,6 Cimanggis, Depok, Jawa Barat.Dijelaskan Ketua IKA Smanda 93 Ivan Affandi, kegiatan ini dilaksanakan Minggu (24/2) dengan mengunjungi langsung para penyandang tuna ganda (cacat fisik sekaligus mental) serta menyerahkan bantuan. Ditambahkan Dina Safitri, dipilihnya Wisma Tuna Ganda ini sebagai tempat kunjungan sosial IKA Smanda 93 Jabodetabek karena beberapa pertimbangan kemanusiaan. Dikatakannya, yayasan yang mengelola pantia cacat ganda ini didirikan berdasarkan keprihatinan Ny. S.Z. Goenawan sebagai respon atas minimnya perhatian masyarakat terhadap penderita tuna ganda. Dimana, masyarakat masih memandang sebelah mata pada penderita tuna ganda. “Wisma Tuna Ganda merupakan panti perawatan pertama di Indonesia yang khusus melayani dan menangani anak-anak penyandang cacat tuna ganda,” ujarnya.Atas prakasa Badan Koordinasi Kegiatan Sosial (BPKKS) DKI Jakarta, diadakanlah pertemuan dengan pengurus Lembaga Rumah Piatu Muslimin (LPRM) pada November 1974. Dalam pertemuan itu dibahas kemungkinan didirikannya Panti Perawatan Anak-anak Penyandang Cacat Ganda. Ditambahkan Ivan, Wisma Tuna Ganda diresmikan 2 Maret 1975 bertepatan dengan Peringatan 1.000 hari wafatnya pendiri sekaligus pimpinan pertama LRPM Ny. S.Z, Goenawan. Lembaga ini bertujuan untuk menampung, memelihara dan merawat serta mengusahakan rehabilitasi bagi anak-anak penyandang cacat ganda yakni cacat mental serta fisik Pelayanan yang diberikan meliputi di panti ini meliputi, pemberian santunan perawatan dan usaha rehabilitasi bagi anak anak rawat, pemeriksaan rutin oleh dokter umum, dokter gigi dan psikolog, latihan jasmani/fisik di bawah bimbingan fisioterapis, latihan bicara dibawah bimbingan speechtherapis, latihan keterampilan serta pengawasan makanan oleh ahli gizi. Saat ini, ada 31 anak yang dirawat rawat yang terdiri dari 19 anak laik-laki dan 12 anak perempuan, serta 35 orang pengasuh dengan sistem kerja berdasarkan sift time. Sejak pertama berdiri hingga tahun 2007, Wisma Tuna Ganda berada di bawah Koordinasi Dinas Sosial Jakarta Timur. (*) |
| < Prev |
|---|

Dimana, masyarakat masih memandang sebelah mata pada penderita tuna ganda. “Wisma Tuna Ganda merupakan panti perawatan pertama di Indonesia yang khusus melayani dan menangani anak-anak penyandang cacat tuna ganda,” ujarnya.